0

Iklan Tengah Artikel 1

Home  ›  Hidroponik

Pengertian hidroponik

 

Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah. Sesuai arti kata hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Kita tahu pada penanaman tanaman pada umumnya, tanah selain menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman juga sebagai penopang, pada tanaman hidroponik unsur hara (nutrisi) diperoleh dari larutan nutrisi (AB Mix) dan penopangnya menggunakan media tanam (selain tanah) seperti rockwool, cocopeat (olahan sabut kelapa), hidroton, kerikil, sabut kelapa, zat silikat, pecahan batu karang atau batu bata, serbuk gergaji, busa dan lain sebagainya.


Prinsip budidaya tanaman secara hidroponik adalah memberikan/menyediakan nutrisi yang diperlukan tanaman dalam bentuk larutan air dengan cara disiramkan, diteteskan, dialirkan atau disemprotkan pada media pertumbuhan tanaman. Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanahadalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Ada 6 system dalam Hydroponic, akan di bahas dalam bagian tersendiri.

  • Sistem Sumbu atau Wick
  • Sistem Kultur Air
  • Sistem Pasang Surut
  • Sistem NFT
  • Sistem Fertigasi
  • Sistem Aeroponik
Theme
Share
Additional JS